Ikan cupang atau ikan beta
merupakan ikan hias yang memiliki warna beraneka ragam serta sirip yang panjang
berjumbai.
Anak ikan cupang umumnya akan menetas dalam wadah (akuarium)
yang sama dengan induknya. Sebelum bertelur, induk cupang akan membangun sarang
gelembung dan meletakkan telur-telurnya di sana.
Biasanya, ikan cupang betina dipindahkan dari wadah sebelum
telur menetas. Namun, cupang jantan tetap diletakkan dalam wadah sampai telur
menetas.
Berikut adalah cara merawat anak ikan cupang yang baru menetas:
1. Beri
makan anak ikan cupang dua kali sehari. Metabolisme anak cupang cukup cepat,
sehingga mereka akan kelaparan jika tidak sering diberi makan.
Beri makan anak ikan cupang dengan kuning telur rebus. Pastikan
ukuran kuning telur cukup kecil agar mudah dimakan oleh anak cupang.
2. Biarkan
cupang jantan merawat anak-anaknya selama beberapa hari. Cupang jantan akan
membuat sarang gelembung di bagian atas wadah.
Ketika menetas, bayi cupang
akan jatuh ke dasar wadah dan cupang jantan akan menempatkan kembali anaknya ke
dalam sarang gelembung dengan mulutnya.
Proses ini berulang setiap saat anak cupang jatuh. Setelah
beberapa hari, cupang jantan dapat dipisahkan dari anaknya dan dipindahkan ke
tempat lain.
3. Seiring
waktu, anak cupang bisa diberi makanan yang lebih besar seperti cacing hidup
atau cacing kering.
Namun ukuran makanan tersebut mungkin masih terlalu besar untuk
anak cupang sehingga Anda perlu untuk memotongnya menjadi ukuran yang lebih
kecil.
4. Wadah
atau akuarium tidak perlu dibersihkan selama beberapa minggu pertama. Anak
cupang masih berukuran terlalu kecil untuk menghasilkan limbah yang dapat
mengotori air.
5. Sedapat
mungkin tutup bagian atas akuarium. Akuarium yang terbuka rentan terhadap
perubahan suhu. Suhu yang terlalu panas atau dingin bisa membuat anak cupang
menjadi sakit.
6. Ketika
anak cupang sudah berukuran sekitar 2 cm, pisahkan dan tempatkan mereka dalam
wadah tersendiri.
Ikan cupang yang mulai dewasa akan saling bertarung bahkan
sampai mati jika tidak dipisahkan


