Peluang Usaha Budidaya Ikan Cupang Hias - Salah satu Peluang Usaha Modal Kecil adalah dengan Budidaya
Ikan Cupang.
Ikan cupang adalah ikan hias yang sangat dikenal oleh masyarakat khususnya
anak-anak, karena ikan tersebut selain rupanya yang cantik juga dapat merupakan
tentera yang menarik bila diadu. Ikan ini juga sering disebut ikan laga dan
nama latinnya adalah Betta splendens, termasuk dalam famili Anabantidae
(Labirynth Fisher). BerikutPeluang Usaha Budidaya Ikan
Cupang Hias selengkapnya
PAKAN IKAN CUPANG
Terdapat berbagai macam pakan ikan cupang
yang bisa didapat dengan mudah. Baik berupa makanan buatan maupun makanan
alami. Namun secara umum, ikan cupang lebih menyukai makanan yang bergerak.
Berikut berbagai macam pakan ikan cupang :
1. Cacing Darah ( blood worm )
Cacing darah merupakan jenis pakan ikan
cupang yang paling aman, khususnya bagi cupang dewasa. Dikarenakan kandungan
lemaknya rendah sehingga tidak mengganggu organ reproduksi. Di pasaran cacing
darah bisa didapatkan dalam keadaan beku ataupun masih fresh.
2. Cacing Sutra ( tubifex worm )
Cacing sutra sangat mudah didapat karena
memang diperjualbelikan oleh pedagang ikan maupun pedagang umpan. Harga cacing
sutra relatif lebih murah dibandingkan blood worm. Namun karena kandungan
lemaknya tinggi maka kurang cocok diberikan untuk ikan cupang dewasa, karena
cupang yang terlalu gemuk dapat berpengaruh pada organ reproduksinya. Cacing
sutra cocok diberikan sebagai pakan ikan cupang untuk pembesaran.
3. Jentik Nyamuk ( Cuk )
Pada musim kemarau, Jentik
nyamuk ini banyak diketemukan di air yang menggenang. Jika ingin menghemat
biaya pakan ikan cupang, maka jentik nyamuk adalah salah satu solusinya. Jentik
nyamuk adalah pakan ikan cupang yang paling murah. Kebanyakan petani ikan
cupang hias mendapatkannya dengan mencari di got atau parit. Pemberian cuk
jangan berlebihan karena cuk yang tidak termakan akan berubah menjadi nyamuk.
4. Kutu Air
Contoh kutu air adalah moina dan daphnia.
Kutu air juga bisa dibeli melalui pedagang makanan ikan hias maupun dikultur
sendiri. Untuk mengkulturkannya anda membutuhkan mangkuk air hijau. Ambil dan
tambahkan sedikit ke tangki anakan ikan. Daphnia akan memakan seluruh kotoran
microscopic, seiring dengan mereka makan, mereka akan mengambang dan sebagai
kebalikannya anakan ikan akan memakan mereka. Sebagai salah satu pakan ikan
cupang, kutu air juga bisa didapatkan di parit atau sungai kecil.
5. Artemia ( brine shrimp )
Artemia adalah embrio yang tadinya tertidur
kemudian bangun. Artemia adalah sejenis udang primitif. Artemia merupakan pakan
ikan cupang yang terjadi melalui metamorfosis ketika meraka bebas berenang.
Burayak cupang sangat menyukainya. Suhu air yang ideal untuk pertumbuhan
artemia adalah 25-30 derajat celcius.
6. Vinegar Eel
Ini adalah pakan ikan cupang yang cocok untuk
burayak cupang. Bentuk mereka lebih kecil dibanding brine shrimp dan sangat
baik untuk makanan pertama. Untuk budidayanya anda membutuhkan kontainer yang
lebar, cuka apel, potongan apel kecil dan starter Culture. Isi teko dengan
campuran tersebut. Taruh ditempat gelap dan tinggalkan beberapa minggu.
7. Infusoria
Infusoria adalah pakan ikan cupang yang
sempurna, terutama untuk anak cupang yang baru menetas. Infusoria berbentuk
jasad renik atau ganggang renik. Anda bisa membuatnya dengan cara menyiapkan
sayuran busuk kedalam wadah yang berisi air. Maka dalam beberapa hari akan
terbentuk infusoria dengan jumlah yang berjuta-juta.
8. Paramecium
Pakan ikan cupang jenis ini gampang dan mudah
diperoleh. Paramecium merupakan protozoa yang komplek yang merupakan makanan
pengganti setelah anak ikan menetas. Pengulturannya menggunakan wadah kecil
yang berisi air yang kemudian dituangkan sedikit Liquifry. Lalu wadah dibawa
keluar untuk mendapatkan cahaya terang selama beberapa hari. Pemanenan
paramecium dilakukan dengan cara menuangkan hasil kultur kedalam wadah yang
berisi ikan cupang.
CARA BERKEMBANG BIAK
Ikan ini berkembang dengan cara bertelur dan
telurnya menempel pada substrat seperti akar tanaman, daun-daun atau serabut
rapia.
Cara Memilih Ikan Cupang yang Berkualitas
1. Pilihlah ikan yang ekornya
lebar dan seritnya tebal, jangan yang tipis (karena jika tipis mudah terkena
penyakit,dan akibatnya seritnya akan menjadi keriting).
2. Bentuk ekor kalau bisa 180
derajat (biasa disebut a Half Moon), karena perkembangan ekornya akan memanjang
(usahakan jangan memilih yang ekornya kurang lebar),karena sewaktu ikan itu
berkembang manjadi besar antara ekor dan siripnya ada celah sehingga kurang
bagus.
3. Bentuk ekor seritnya harus
sama dan rapi.
4. Letak Ekor dengan badan
ikan harus ditengah benar-benar seimbang, jangan agak menjorok ke atas.
5. Pilihlah ikan yang badannya
besar, jangan yang memanjang, karena memanjang maka pada saat ikan itu
berkembang menjadi besar antara ekor dan siripnya akan ada celah.(kurang
rapat).
6. Pangkal ekornya harus
tebal, jika tipis maka pada saat perkembangan ikannya tidak menambah lebar dari
ekornya.
7. Pilihlah ikan yang
sering/senang bermain di dasar atau tengah air, karena kalau ikan yang sering
bermain di atas kemungkinan ekor yang lebar tersebut urat dari seritnya
tersebut akan patah.
8. Jika ikan yang kita sukai
sering bermain di permukaan air, caranya agar ikan tersebut tidak bermain di
atas adalah sekat yang untuk menutup akuarium ditutup setengah saj (dari atas
ketengah), jadi yang terlihat hanya dari bagian tengah ke bawah.
9. Jika kita memilih ikan
warna kombinasi, kalau bisa warna di ekor dan disiripnya sempurna (Tidak
berantakan=rapi).
10. Begitu pula bila memilih
ikan warna dasar, jangan ada warna lain dari ikan tersebut kalau bisa dasinya
tersebut juga harus sama dengan warna ikannya. Biasanya ikan dalam kategori
warna dasar dasinya berwarna merah.
11. Pilihlah ikan yang serit di
siripnya atau ekornya jangan ada yang transparan. (Adhecyber Peutua)
Langkah-langkah yang perlu diketahui :
1. Pilihlah induk yang baik
dan jantan yang cantik dan agresif.
2. Pisahkan antara induk
jantan dan induk betina dan diberi makan yang cukup selama 4 s.d. 5 hari.
3. Masukkan induk jantan dan
induk betina kedalaman tempat pemijahan (toples, aquarium, ember, baskom) yang
telah diberitanaman air (eceng gondok atau serabut rapia dengan kedalaman air ±
25 cm).
4. Setelah 2-3 hari akan
terlihat telur menempel pada daun atau rapia.
5. Pindahkan yang betina dan
beri makan secukupnya.
6. Selama 2-3 hari anak ikan
tersebut tidak diberi makan karena masih ada persediaan kuning telur dalam
tubuhnya.
7. Selama 2-3 hari kemudian
anak-anak ikan tersebut perlu diberi makan infosuria selama 3 hari kemudian
diberi makan kutu air yang disaring selama 10 hari dan setelah itu dapat diberi
kutu air tanpa disaring.
KONTES IKAN CUPANG
Di samping sebagai pajangan atau pemuas hobi,
cupang juga sering dilombakan dalam sebuah kontes. Berbagai ikan cupang dari
berbagai penjuru daerah biasanya akan ditandingkan untuk melihat keindahannya
dalam kontes tersebut. Pemenangnya, pasti akan memiliki nilai jual yang tinggi.
Bagi cupang yang memenangkan kontes, otomatis
akan menaikkan gengsi sang pemilik dan mendongkrak harga jualnya. Keturunannya
(anak cupang) juga bakal laku di pasaran dan untung sudah di depan mata.
Ikan cupang hias yang dilombakan meliputi 3
kategori, serit, halfmoon, dan kategori plakat. Untuk kategori serit kelas
senior berukuran 5,5 cm ke atas yang terdiri dari warna dasar merah, warna
maskot, warna kombinasi dan warna bebas. Sedangkan untuk kelas junior berukuran
4-5 cm terdiri dari warna dasar merah, warna maskot, warna kombinasi dan warna
bebas.

.jpg)


